Cuma Ada di Gunungkidul! Rahasia di Balik Eksistensi Doger Singo Budoyo yang Bikin Seniman Doger Riau Ikut Angkat Bicara.

Salah satu motor penggerak utama yang memastikan api tradisi ini tetap menyala adalah Kang Giyono Ketua Paguyuban Seni “Doger Singo Budoyo”. Berpusat di Dusun Kerjo, Kalurahan (Desa) Ngestirejo, Kapanewon (Kecamatan) Tanjungsari, paguyuban ini sukses mengawinkan semangat para seniman lawasan (senior) dengan antusiasme generasi penerus.

BUDAYA- GUNUNG KIDUL

apacenews,org

5/29/20263 min read

GUNUNGKIDUL (apacenews.org) 29/05/2026 – Di tengah gempuran modernisasi dan gelombang budaya asing yang kian tak terbendung, sebuah mutiara tradisi khas Kabupaten Gunungkidul justru memperlihatkan geliat kebangkitannya. Kesenian Doger, seni pertunjukan tradisional yang telah mengakar sejak puluhan tahun silam, kini kembali merebut hati masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran selatan yang menjadi pusat populasi dan benteng pertahanan terakhir budaya luhur ini.

Salah satu motor penggerak utama yang memastikan api tradisi ini tetap menyala adalah Kang Giyono Ketua  Paguyuban Seni “Doger Singo Budoyo”. Berpusat di Dusun Kerjo, Kalurahan (Desa) Ngestirejo, Kapanewon (Kecamatan) Tanjungsari, paguyuban ini sukses mengawinkan semangat para seniman lawasan (senior) dengan antusiasme generasi penerus.

Pengisi Utama Ritual Sakral Rasulan Walikangin.

Bukti nyata dari kembalinya taji Doger Singo Budoyo bakal tersaji pada Senin, 1 Juni 2026 mendatang. Paguyuban ini didapuk menjadi pengisi acara utama dalam perayaan Rasulan—sebuah tradisi sakral bersih dusun tahunan—di Dusun Walikangin, Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari.

Tokoh penting  perkembangan Singo Budoyo ini adalah Ketua Paguyuban Seni Doger Singo Budoyo atau lebih akrab di panggil  kang Giyono, saat ditemui apacenews.org  kang Giyono memberikan tanggapan dengan ekspresi penuh kebanggaan, hal ini karena selama ini buah dari keuletan dan semangat para pelaku seni DOGER SINGO BUDOYO mulai terasa dan diterima warga masyarakat dan ini terbukti Singo Budoyo sudah di undang di beberapa tempat,  hal ini juga di sambut oleh Kang Kris salah satu tokoh di Singo Budoyo juga membenarkan kabar tersebut saat dihubungi oleh tim koresponden apacenews.org. Ia menegaskan bahwa seluruh persiapan pementasan di hadapan masyarakat Walikangin sudah matang.

Senada dengan Kang Kris, tokoh Pentol (penari/pemeran utama) dalam pementasan Doger Singo Budoyo, Kang Sukiran, menyambut agenda ini dengan penuh sukacita. Dengan logat Jawa khas Gunungkidul yang kental dan jenaka, ia mengajak seluruh warga untuk meramaikan acara tanpa melupakan ketertiban.

"Weeeeh lah tenan yooo, pokoke kudu nonton lho! Iki pentas neng deso utah darahku dewe (ini pentas di desa tanah kelahiranku sendiri). Pokoke kudu gayeng neng tertib, trus ojo lali Pak Andreas ki yo ojo meneng wae, raketang es dawet yooo nyumbang," seloroh Kang Sukiran sambil tertawa terbahak-bahak, menyentil tipis tokoh masyarakat yang mendukung mereka.

Andreas Pujiantoro: Berkomitmen Jadi Benteng Seniman Tradisional.

Merespons dinamika tersebut, Andreas Pujiantoro, tokoh muda progresif yang kini menjadi kandidat kuat Calon Ketua DPC PSI Kecamatan Tanjungsari, menyatakan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku seni. Menurutnya, bertahannya kesenian Doger di masa kini adalah sebuah keajaiban budaya yang lahir dari rahim ketulusan.

"Saya sebenarnya prihatin melihat kondisi seni tradisi kita di tengah gempuran budaya asing. Namun, melihat para sesepuh dan seniman Doger Singo Budoyo yang dengan segala keterbatasannya masih memiliki semangat menyala demi menjaga warisan leluhur, ini sangat luar biasa. Saya berkomitmen penuh untuk turut melestarikan dan berdiri kokoh di belakang mereka," tegas Andreas saat dikonfirmasi apacenews.org.

Dukungan dari Perantauan: Suara Mul Doger Tokoh Doger Lawasan.

Geliat bangkitnya Doger di Tanjungsari rupanya menggema hingga ke luar pulau. Mul Doger, salah satu tokoh legenda Doger Lawasan yang saat ini berdomisili di Pekanbaru, Riau, turut memberikan tanggapan emosional melalui sambungan telepon dengan koresponden apacenews.org.

"Saya sangat bangga dan terharu. Kang Kris dan sedulur-sedulur di Gunungkidul terbukti masih sangat peduli menjaga seni Doger. Kesenian ini unik, karena cuma ada di Gunungkidul, semoga kedepan semakin ngremboko dan Lestari, saya juga mendengar bahwa saat ini DOGER Kembali diminati, ada beberapa dusun yang juga punya Group Doger seperti Dusun Jaten, Walikangin, Melikan, Mendang, Widoro, Pule Kulon dan banyak lagi saya dengar, pokoke suskes dan terus berkarya..rahayu" ungkap Mul Doger.

Ia juga menyisipkan harapan besar agar momentum bangkitnya Doger Singo Budoyo ini tidak luput dari pandangan pemerintah. "Saya berharap seni Doger ini lestari selamanya dan menjadi khasanah kekayaan budaya yang kuat. Oleh karena itu, para pemangku kebijakan juga harus peka dan mengakomodir ruang-ruang pementasan bagi para seniman tradisi ini," pungkasnya menyudahi pembicaraan.

Pertunjukan di Dusun Walikangin pada awal Juni ini diprediksi akan menjadi magnet budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menegaskan pesan kuat: di tanah selatan Gunungkidul, adat dan tradisi Doger menolak untuk punah.(red/apacenews.org)-Wandi

Kontak Media:
Tim Publikasi & Hubungan Masyarakat
Redaksi apacenews.org
Email: redaksi@ apacenews.org
Situs Web: www. apacenews.org

Kontak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut

Email

Telepon

andreaspujiantoro@apacenews.org redaksi@apacenews.org apacenewsgk@gmail.com

+6281391518572 +628212257572

Hak Cipta© Andreas Pujiantoro Center 2025. All rights reserved.