Duit Dikeruk Saben Dino, Jalan Ajur: Kontras Infrastruktur Kabupaten vs Kemajuan Kalurahan Banjarejo.
TANJUNGSARI, (apacenews.org) – Ironi kelam membayangi sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Jalur alternatif utama dari depan Kantor Kapanewon Tanjungsari menuju Kalurahan Banjarejo dan Ngestirejo kini dalam kondisi rusak parah. Padahal, akses ini merupakan urat nadi vital yang menghubungkan wisatawan menuju Gugusan Pantai Selatan yang megah.
SOSIAL - GUNUNG KIDUL
apacenews.org
5/30/20261 min read


TANJUNGSARI, (apacenews.org) – Ironi kelam membayangi sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Jalur alternatif utama dari depan Kantor Kapanewon Tanjungsari menuju Kalurahan Banjarejo dan Ngestirejo kini dalam kondisi rusak parah. Padahal, akses ini merupakan urat nadi vital yang menghubungkan wisatawan menuju Gugusan Pantai Selatan yang megah.
Kerusakan jalan ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus keheranan dari warga setempat. Sardi, salah satu masyarakat Kalurahan Banjarejo, mempertanyakan ke mana larinya uang retribusi wisata yang selama ini menjadi penyokong utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul.
“Mas, saiki kog ora iso dinalar yoo, duit dikeruk saben dino tapi dalane ajur, trus pie kui horoo (Mas, sekarang kok tidak masuk akal ya, uang dikeruk setiap hari tapi jalannya hancur, terus bagaimana itu),” keluh Sardi dengan logat khas medoknya yang kental.
Kondisi jalur kabupaten ini berbanding terbalik dengan pembangunan internal Kalurahan Banjarejo. Di bawah kepemimpinan Lurah Dwi Haryanto, kemajuan infrastruktur antar-dusun justru berjalan sangat masif. Dari 21 padukuhan yang tersebar di wilayah karst seluas 23,25 persen Kapanewon Tanjungsari ini, akses jalan lingkungan dan fasilitas umumnya berkembang pesat secara swadaya.
Saat dikonfirmasi oleh apacenews.org terkait kerusakan jalan alternatif dari kecamatan menuju Pantai Drini tersebut, Dwi Haryanto menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal secara birokrasi.
“Kami secara kedinasan sudah melaporkan dan mengajukan, tetapi semua kan menjadi wewenang Pemerintah Kabupaten. Yang menjadi kewajiban dan kewenangan Pemerintah Kalurahan sudah kami laksanakan walaupun belum seluruhnya tertangani. Tetapi kami sudah programkan, seluruh akses jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kalurahan Banjarejo termasuk fasilitas umum akan kami selesaikan,” tegas Dwi Haryanto.
Banjarejo sendiri merupakan lumbung pariwisata ikonik berskala nasional dengan jumlah penduduk mencapai 6.076 jiwa. Wilayah karst ini menyimpan pesona Pantai Drini, destinasi modern seperti Drini Park, Drini Hills, hingga restoran On The Rock. Sangat disayangkan, pertumbuhan ekonomi dan akomodasi mewah yang digerakkan desa dan swasta ini harus dihambat oleh ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten dalam merawat infrastruktur jalan utama. (red/apacenews.org)-AN
Kontak Media:
Tim Publikasi & Hubungan Masyarakat
Redaksi apacenews.org
Email: redaksi@ apacenews.org
Situs Web: www. apacenews.org
